HAZIZI PBA/III
SAHABAT MAHASISWA
KAMPUS DAN REALITA
ASSALAMU’ALAIKUM, WR.WB
Salam Mahasiswa
Kampus merupakan tempat interaksi mahasiswa (insan pendidikan).
Dimana mahasiswa dapat mengekspresikan seluruh keinginannya, karena kampus
merupakan wadah eksplorasi semua potensi yang mahasiswa miliki. Kampus adalah
tempat beraksi dimana mahasiswa dengan bebas melakukan ekspresi, baik melalai
lisan maupun tulisan. Kampus adalah wadah pembelajaran dan perubahan bagi insan
yang senantiasa mencintai pendidikan.
Perubahan-perubahan yang
seharusnya terjadi adalah perubahan kearah yang lebih baik:
Dunia kampus telah melahirkan
orang-orang besar.
Sudah sepantasnya kampus dapat
melahirkan orang-orang besar. kegiatan kampus adalah titik proses dimana orang
yang biasa-biasa menjadi yang luar biasa. Proses pendidikan yang dilakukan didunia
kampus adalah suatu langkah, penyumbang kemajuan diri insan pendidikan.
Dari angkatan madya sampai yang
bergelar profesor tercipta dari dunia kampus. Sarjana-sarjana yang memiliki intelektual
tinggi yang kini telah berhasil mencapai perubahan. dari keadaan yang terbelakang
menjadi yang terdepan. Merupakan hasil transformasi yang terjadi didunia
kampus.
Dunia kampus merubah pemikiran.
Pendidikan yang ditempuh didunia
kampus mampu merubah pemikiran seseorang. Perubahan yang diberikan tentu saja
kearah yang lebih baik.
Dari insan yang berfikir sempit,
menjadi insan yang memiliki wawasan kedepan. Mengubah insan pendidikan yang
semula acuh terhadap sesama, Menjadi Insan yang memiliki rasa empati, yang berani
berkorban demi kepentingan bersama. dan dengan intelegensinya mahasiswa telah
berhail mengubah peradaban.
Dunia Kampus Sebagai Pendongkrak
Semangat.
Suasana kampus yang berbeda dengan
masa sekolah, tentu dapat memacu
semangat insan pendidikan untuk berkontribusi memajukan institusi. Dunia
kampus dapat menambah keinginan insan pendidikan giat dalam belajar dan
mengembangkan potensinya. Mampu merubah pemalas menjadi bintang juara dalam
setiap kompetisi. Keadaan insan yang semula bermental pengecut berubah menjadi
mental mujahid.
Dunia kampus merubah karakter.
Karakter seorang mahasiswa adalah
pencinta kebaikan. Karena kondisinya yang sudah dewasa, sudah tentu dapat
membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, telah mampu memilah
mana yang pantas dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Ditambah lagi dengan
posisinya sebagai insan pendidikan yang telah mengenyam pendidikan. Karena
bukan hanya kecerdasan intelektual yang diajarkan, tetapi juga kecerdasan
moral.
Insan pendidikan yang semula berjiwa
penjahat, berubah menjadi berjiwa ustad. Seseorang yang semula bewatak keras
berubah menjadi berhati besar. Sesorang pencuri menjadi orang yang
berbudi. Seorang penjudi berubah menjadi
pemberi. merubah seorang yang apatis menjadi aktivis. Merubah seorang yang
hedonis menjadi agen sosialis.
Dunia kampus menambah pengetahuan
dan pengalaman.
Kampus adalah wadah pendidikan
yang realistis, dimana proses pengajaran tidak hanya berupa teori tetapi juga
praktik. Yang dapat menambah pengetahuan bagi insan akademis.
Dunia kampus memberikan pengalaman, yang dapat menjadi
sebuah pembelajaran. Insan akademis yang semula miskin pengetahuan berubah
menjadi orang yang memiliki wawasan luas. Dunia kampus mampu memberikan
pemahaman. Dan memberikan jawaban atas semua pertanyaan.
Dunia kampus tempat menyalurkan
potensi serta minat bakat.
Sudah sejatinya perguruan tinggi
merupakan wadah penyalur potensi. Setiap kampus memiliki ormawa (organisasi
mahasiswa) yang merupakan wadah untuk menyalurkan potensi kepemimpinan. Di
setiap perguruan tinggi juga memiliki unit kegiatan kampus (ukm) yang merupakan
wadah pengembangan minat dan bakat. Yang keduanya itu merupakan komponen kampus
yang dapat membantu kemajuan dan perkembangan suatu kampus. Karena kemajuan
kampus tidak hanya disokong oleh majunya pembangunan yang dilakukan oleh
birokrasi atau banyaknya insan pendidikan yang memiliki daya intelektual tinggi. Melainkan juga
disokong oleh berbagai moment yang dihasilkan oleh ormawa dan ukm.
Namun sepertinya tak semua harapan
sesuai dengan kenyataan. Berbeda dengan kampus kita. Realita yang terjadi
adalah:
orang kecil tetap saja kecil,
gelar yang dimiliki hanyalah sebagai
pelengkap sebuah nama. Orang yang
dikatakan besar adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain.
Orang yang acuh tetap saja acuh,
padahal kampus adalah wadah yang tepat untuk melakukan sebuah perubahan. Sebagian
insan pendidikan tetap hedonis dan tetap saja menjadi pemalas.
Semangat dan antusias yang tinggi tidak
Nampak dikampus tercinta. Penjahat tetaplah penjahat. Pencuri tetap manjadi
pencuri. Hanya keegoisan yang terlihat bukan solidaritas.
Dunia kampus seharusnya ajang
untuk menambah kualitas diri, tetapi yang terjadi insan pendidikan masih
beranggapan bahwa proses belajar hanyalah sebuah formalitas.
HIDUP MAHASISWA!
