Laman

Rabu, 18 Juni 2014

KAMPUS DAN REALITA



HAZIZI PBA/III
SAHABAT MAHASISWA
KAMPUS DAN REALITA

ASSALAMU’ALAIKUM, WR.WB             
Salam Mahasiswa
Kampus merupakan tempat interaksi mahasiswa (insan pendidikan). Dimana mahasiswa dapat mengekspresikan seluruh keinginannya, karena kampus merupakan wadah eksplorasi semua potensi yang mahasiswa miliki. Kampus adalah tempat beraksi dimana mahasiswa dengan bebas melakukan ekspresi, baik melalai lisan maupun tulisan. Kampus adalah wadah pembelajaran dan perubahan bagi insan yang senantiasa mencintai pendidikan.
Perubahan-perubahan yang seharusnya terjadi adalah perubahan kearah yang lebih baik:
Dunia kampus telah melahirkan orang-orang besar.
Sudah sepantasnya kampus dapat melahirkan orang-orang besar. kegiatan kampus adalah titik proses dimana orang yang biasa-biasa menjadi yang luar biasa. Proses pendidikan yang dilakukan didunia kampus adalah suatu langkah, penyumbang kemajuan diri insan pendidikan.
Dari angkatan madya sampai yang bergelar profesor tercipta dari dunia kampus. Sarjana-sarjana yang memiliki intelektual tinggi yang kini telah berhasil mencapai perubahan. dari keadaan yang terbelakang menjadi yang terdepan. Merupakan hasil transformasi yang terjadi didunia kampus.
Dunia kampus merubah pemikiran.
Pendidikan yang ditempuh didunia kampus mampu merubah pemikiran seseorang. Perubahan yang diberikan tentu saja kearah yang lebih baik.
Dari insan yang berfikir sempit, menjadi insan yang memiliki wawasan kedepan. Mengubah insan pendidikan yang semula acuh terhadap sesama, Menjadi Insan  yang memiliki rasa empati, yang berani berkorban demi kepentingan bersama. dan dengan intelegensinya mahasiswa telah berhail mengubah peradaban.
Dunia Kampus Sebagai Pendongkrak Semangat.
Suasana kampus yang berbeda dengan masa sekolah, tentu dapat memacu  semangat insan pendidikan untuk berkontribusi memajukan institusi. Dunia kampus dapat menambah keinginan insan pendidikan giat dalam belajar dan mengembangkan potensinya. Mampu merubah pemalas menjadi bintang juara dalam setiap kompetisi. Keadaan insan yang semula bermental pengecut berubah menjadi mental mujahid.
Dunia kampus merubah karakter.
Karakter seorang mahasiswa adalah pencinta kebaikan. Karena kondisinya yang sudah dewasa, sudah tentu dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, telah mampu memilah mana yang pantas dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Ditambah lagi dengan posisinya sebagai insan pendidikan yang telah mengenyam pendidikan. Karena bukan hanya kecerdasan intelektual yang diajarkan, tetapi juga kecerdasan moral.
Insan pendidikan yang semula berjiwa penjahat, berubah menjadi berjiwa ustad. Seseorang yang semula bewatak keras berubah menjadi berhati besar. Sesorang pencuri menjadi orang yang berbudi.  Seorang penjudi berubah menjadi pemberi. merubah seorang yang apatis menjadi aktivis. Merubah seorang yang hedonis menjadi agen sosialis.
Dunia kampus menambah pengetahuan dan pengalaman.
Kampus adalah wadah pendidikan yang realistis, dimana proses pengajaran tidak hanya berupa teori tetapi juga praktik. Yang dapat menambah pengetahuan bagi insan akademis.
Dunia kampus memberikan pengalaman, yang dapat menjadi sebuah pembelajaran. Insan akademis yang semula miskin pengetahuan berubah menjadi orang yang memiliki wawasan luas. Dunia kampus mampu memberikan pemahaman. Dan memberikan jawaban atas semua pertanyaan.
Dunia kampus tempat menyalurkan potensi serta minat bakat.
Sudah sejatinya perguruan tinggi merupakan wadah penyalur potensi. Setiap kampus memiliki ormawa (organisasi mahasiswa) yang merupakan wadah untuk menyalurkan potensi kepemimpinan. Di setiap perguruan tinggi juga memiliki unit kegiatan kampus (ukm) yang merupakan wadah pengembangan minat dan bakat. Yang keduanya itu merupakan komponen kampus yang dapat membantu kemajuan dan perkembangan suatu kampus. Karena kemajuan kampus tidak hanya disokong oleh majunya pembangunan yang dilakukan oleh birokrasi atau banyaknya insan pendidikan  yang memiliki daya intelektual tinggi. Melainkan juga disokong oleh berbagai moment yang dihasilkan oleh ormawa dan ukm.
Namun sepertinya tak semua harapan sesuai dengan kenyataan. Berbeda dengan kampus kita. Realita yang terjadi adalah:
orang kecil tetap saja kecil, gelar yang dimiliki  hanyalah sebagai pelengkap sebuah nama.  Orang yang dikatakan besar adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain.
Orang yang acuh tetap saja acuh, padahal kampus adalah wadah yang tepat untuk melakukan sebuah perubahan. Sebagian insan pendidikan tetap hedonis dan tetap saja menjadi pemalas.
Semangat dan antusias yang tinggi tidak Nampak dikampus tercinta. Penjahat tetaplah penjahat. Pencuri tetap manjadi pencuri. Hanya keegoisan yang terlihat bukan solidaritas.
Dunia kampus seharusnya ajang untuk menambah kualitas diri, tetapi yang terjadi insan pendidikan masih beranggapan bahwa proses belajar hanyalah sebuah formalitas.
HIDUP MAHASISWA!